Terkini
ADVERTISEMENT

Petugas Haji 2026 Akan Dibekali Pelatihan Semi-Militer

04 Januari 2026  •  admin

Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan pendidikan dan pelatihan terpadu dengan pendekatan semi-militer bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pada pelaksanaan haji 1447 H/2026 M. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan karakter, kedisiplinan, serta kesiapan fisik dan mental para petugas dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.

Anggota Tim Kelompok Kerja Diklat PPIH 2026, Letnan Kolonel Arm Tulus Widodo, mengatakan para petugas akan menjalani pelatihan intensif dengan pola layaknya pendidikan di barak. Pendekatan tersebut bertujuan membentuk sikap disiplin, tangguh, dan berorientasi pada pelayanan.

“Petugas akan mendapatkan pelatihan fisik ala militer seperti jalan sehat, senam kebugaran, serta latihan baris-berbaris. Seluruh rangkaian ini difokuskan untuk pembentukan karakter dan disiplin diri,” ujar Tulus.

Pelatihan PPIH 2026 juga melibatkan berbagai unsur lintas sektor, antara lain Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian, serta tenaga kesehatan. Menurut Tulus, kolaborasi ini merupakan bagian dari penguatan sistem pembinaan agar petugas haji memiliki daya tahan tinggi saat bertugas di lapangan.

Ia menegaskan bahwa pendekatan semi-militer tidak bertujuan menjadikan petugas sebagai militer, melainkan sebagai metode pembinaan karakter. “Pendekatan ini untuk menanamkan disiplin, kesiapan mental, serta rasa bangga dalam menjalankan tugas sebagai petugas haji,” kata Tulus, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (31/12/2025).

Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menambahkan bahwa kesiapan fisik menjadi perhatian utama dalam Diklat PPIH tahun ini. Menurutnya, petugas haji tidak hanya dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang prima.

“Tanpa fisik yang kuat, petugas akan kesulitan menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” ujar Chandra.

Dengan konsep pelatihan barak dan pendekatan semi-militer, Chandra optimistis petugas haji 2026 akan lebih tangguh secara fisik, matang secara mental, disiplin, serta fokus pada pelayanan dan perlindungan jemaah. Ia menegaskan bahwa disiplin yang dibangun harus berorientasi pada tujuan utama penyelenggaraan haji, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah.

Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan pendidikan dan pelatihan terpadu dengan pendekatan semi-militer bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pada pelaksanaan haji 1447 H/2026 M. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan karakter, kedisiplinan, serta kesiapan fisik dan mental para petugas dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.

Anggota Tim Kelompok Kerja Diklat PPIH 2026, Letnan Kolonel Arm Tulus Widodo, mengatakan para petugas akan menjalani pelatihan intensif dengan pola layaknya pendidikan di barak. Pendekatan tersebut bertujuan membentuk sikap disiplin, tangguh, dan berorientasi pada pelayanan.

“Petugas akan mendapatkan pelatihan fisik ala militer seperti jalan sehat, senam kebugaran, serta latihan baris-berbaris. Seluruh rangkaian ini difokuskan untuk pembentukan karakter dan disiplin diri,” ujar Tulus.

Pelatihan PPIH 2026 juga melibatkan berbagai unsur lintas sektor, antara lain Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian, serta tenaga kesehatan. Menurut Tulus, kolaborasi ini merupakan bagian dari penguatan sistem pembinaan agar petugas haji memiliki daya tahan tinggi saat bertugas di lapangan.

Ia menegaskan bahwa pendekatan semi-militer tidak bertujuan menjadikan petugas sebagai militer, melainkan sebagai metode pembinaan karakter. “Pendekatan ini untuk menanamkan disiplin, kesiapan mental, serta rasa bangga dalam menjalankan tugas sebagai petugas haji,” kata Tulus, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (31/12/2025).

Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menambahkan bahwa kesiapan fisik menjadi perhatian utama dalam Diklat PPIH tahun ini. Menurutnya, petugas haji tidak hanya dituntut menguasai tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang prima.

“Tanpa fisik yang kuat, petugas akan kesulitan menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” ujar Chandra.

Dengan konsep pelatihan barak dan pendekatan semi-militer, Chandra optimistis petugas haji 2026 akan lebih tangguh secara fisik, matang secara mental, disiplin, serta fokus pada pelayanan dan perlindungan jemaah. Ia menegaskan bahwa disiplin yang dibangun harus berorientasi pada tujuan utama penyelenggaraan haji, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *