Terkini

Bingung Baca Dokumen? Ini Cara Melihat Tahun Keberangkatan Haji di SPPH dengan Benar

11 Januari 2026  •  admin

Setelah melakukan setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di Bank Penerima Setoran (BPS), calon jemaah haji akan menerima dokumen penting bernama SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji).

Seringkali, jemaah merasa bingung saat memegang lembaran bukti setoran awal tersebut. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Di sebelah mana tanggal keberangkatannya?”

Penting untuk dipahami bahwa cara melihat tahun keberangkatan haji di SPPH bukanlah dengan mencari tanggal yang tertera langsung di kertas tersebut. Mengapa? Karena estimasi tahun keberangkatan bersifat dinamis mengikuti kuota haji nasional yang bisa berubah setiap tahunnya.

Namun, SPPH memegang “kunci” untuk mengetahui jadwal tersebut. Berikut panduan lengkapnya.

1. Temukan “Nomor Porsi” di SPPH Anda

Langkah pertama adalah perhatikan fisik lembaran SPPH yang Anda terima dari bank. Dokumen ini biasanya berisi foto diri, data pribadi, dan bukti nominal setoran.

Fokuslah pada bagian kanan atas atau terkadang di bagian tengah atas dokumen (tergantung format bank). Carilah deretan angka yang disebut Nomor Porsi.

  • Nomor Porsi terdiri dari 10 digit angka.
  • Jangan tertukar dengan Nomor SPPH atau Nomor Referensi Bank.
  • Nomor Porsi adalah satu-satunya data yang terdaftar di sistem siskohat Kemenag untuk antrean keberangkatan.

2. Gunakan Nomor Porsi untuk Cek Digital

Setelah menemukan 10 digit nomor porsi di SPPH, Anda tidak bisa memprediksi tahun keberangkatan hanya dengan melihat angkanya saja. Anda wajib memasukkannya ke dalam sistem Kemenag yang terupdate secara real-time.

Di tahun 2026 ini, cara termudah adalah menggunakan aplikasi Pusaka Superapps:

  1. Buka aplikasi Pusaka (karya Kementerian Agama RI).
  2. Masuk ke menu “Islam” lalu pilih “Layanan Haji & Umrah”.
  3. Pilih fitur “Estimasi Keberangkatan”.
  4. Masukkan 10 digit Nomor Porsi yang Anda lihat di SPPH tadi.
  5. Tekan tombol “Cari”.

3. Membaca Hasil Estimasi

Setelah data muncul, Anda akan melihat informasi:

  • Nama Jemaah
  • Kabupaten/Kota
  • Estimasi Keberangkatan: (Contoh: 1447 H / 2026 M)

Inilah jawaban yang Anda cari. Jadi, fungsi SPPH adalah sebagai penyimpan Nomor Porsi, bukan sebagai dokumen statis yang mencantumkan tanggal tiket pesawat.

Mengapa Tahun di SPPH Bisa Berbeda?

Jika Anda memiliki SPPH cetakan lama (misal pendaftaran 10 tahun lalu), mungkin tertera perkiraan tahun di sana. Namun, abaikan tulisan tangan atau cetakan tahun di kertas lama tersebut.

Kuota haji sering mengalami perubahan (pengurangan saat pandemi atau penambahan kuota hadiah dari Arab Saudi). Oleh karena itu, cara melihat tahun keberangkatan haji di SPPH yang paling valid adalah dengan mengambil nomor porsinya dan mengeceknya secara online di database Kemenag terbaru.

Tips Penting: Fotokopi atau foto SPPH Anda dan simpan di memori ponsel (Google Drive/Cloud). Kertas struk bukti setoran bank seringkali menggunakan tinta yang bisa memudar seiring waktu. Jika tintanya hilang, Anda akan kesulitan mengetahui Nomor Porsi Anda.

Setelah melakukan setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di Bank Penerima Setoran (BPS), calon jemaah haji akan menerima dokumen penting bernama SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji).

Seringkali, jemaah merasa bingung saat memegang lembaran bukti setoran awal tersebut. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Di sebelah mana tanggal keberangkatannya?”

Penting untuk dipahami bahwa cara melihat tahun keberangkatan haji di SPPH bukanlah dengan mencari tanggal yang tertera langsung di kertas tersebut. Mengapa? Karena estimasi tahun keberangkatan bersifat dinamis mengikuti kuota haji nasional yang bisa berubah setiap tahunnya.

Namun, SPPH memegang “kunci” untuk mengetahui jadwal tersebut. Berikut panduan lengkapnya.

1. Temukan “Nomor Porsi” di SPPH Anda

Langkah pertama adalah perhatikan fisik lembaran SPPH yang Anda terima dari bank. Dokumen ini biasanya berisi foto diri, data pribadi, dan bukti nominal setoran.

Fokuslah pada bagian kanan atas atau terkadang di bagian tengah atas dokumen (tergantung format bank). Carilah deretan angka yang disebut Nomor Porsi.

  • Nomor Porsi terdiri dari 10 digit angka.
  • Jangan tertukar dengan Nomor SPPH atau Nomor Referensi Bank.
  • Nomor Porsi adalah satu-satunya data yang terdaftar di sistem siskohat Kemenag untuk antrean keberangkatan.

2. Gunakan Nomor Porsi untuk Cek Digital

Setelah menemukan 10 digit nomor porsi di SPPH, Anda tidak bisa memprediksi tahun keberangkatan hanya dengan melihat angkanya saja. Anda wajib memasukkannya ke dalam sistem Kemenag yang terupdate secara real-time.

Di tahun 2026 ini, cara termudah adalah menggunakan aplikasi Pusaka Superapps:

  1. Buka aplikasi Pusaka (karya Kementerian Agama RI).
  2. Masuk ke menu “Islam” lalu pilih “Layanan Haji & Umrah”.
  3. Pilih fitur “Estimasi Keberangkatan”.
  4. Masukkan 10 digit Nomor Porsi yang Anda lihat di SPPH tadi.
  5. Tekan tombol “Cari”.

3. Membaca Hasil Estimasi

Setelah data muncul, Anda akan melihat informasi:

  • Nama Jemaah
  • Kabupaten/Kota
  • Estimasi Keberangkatan: (Contoh: 1447 H / 2026 M)

Inilah jawaban yang Anda cari. Jadi, fungsi SPPH adalah sebagai penyimpan Nomor Porsi, bukan sebagai dokumen statis yang mencantumkan tanggal tiket pesawat.

Mengapa Tahun di SPPH Bisa Berbeda?

Jika Anda memiliki SPPH cetakan lama (misal pendaftaran 10 tahun lalu), mungkin tertera perkiraan tahun di sana. Namun, abaikan tulisan tangan atau cetakan tahun di kertas lama tersebut.

Kuota haji sering mengalami perubahan (pengurangan saat pandemi atau penambahan kuota hadiah dari Arab Saudi). Oleh karena itu, cara melihat tahun keberangkatan haji di SPPH yang paling valid adalah dengan mengambil nomor porsinya dan mengeceknya secara online di database Kemenag terbaru.

Tips Penting: Fotokopi atau foto SPPH Anda dan simpan di memori ponsel (Google Drive/Cloud). Kertas struk bukti setoran bank seringkali menggunakan tinta yang bisa memudar seiring waktu. Jika tintanya hilang, Anda akan kesulitan mengetahui Nomor Porsi Anda.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *